@PamiBastard

Month

February 2013

2 posts

Bersembunyi

Tak berarti kau dimana

Tak untukmu ucapku selalu menyapa

Tak ada pun kalimat ragu yang bukan kepadamu

Tak sedikit pun rasa yang ada dalam diri berhadapmu

Tak selalu hidup untuk mati yang dikatakan menyiksa

Tak perlu ungkapan membenci hati sendiri kepada kau yang ada

Tak karena halangan berlari disuatu sore yang kelam membiru

Tak terpikir seseorang bergembira itu sangatlah kelabu

Feb 19, 2013

Bagaimana aku menulis tentangmu ? Ketika cara bicara dan tingkah laku tak mencerminkan dirimu sebenarnya yang berbeda dari kemarin awal kita bertemu.

Feb 19, 2013

December 2012

5 posts

Untukmu

Sedekat apapun titik kejenuhanmu terhadapku, aku akan menjaga jarak supaya aku tak ikut ke dalam titik itu. Karena meskipun berjauhan, memandang kabar dan lekukan wajahmu saja sungguh mendekatiku dengan bersyukur mendapatimu.

untuk: Nurma Dian Rahmawati.

Dec 24, 20122 notes
Mencari Arti

Disana tak ada arti, dimana tempat berpijak suatu kaki yang mengotori tanah bumi dengan dosa-dosayang ada. Bergegas kaki-kaki berlari menuju suatu ingin dalam hati. Dengan banyak pertanyaan menuju bumi yang tanahnya tandus dengan dosa-dosa terkubur manusia. Bukan suatu ingin untuk mencari sebongkah arti, bukan suatu harapan dalam membentuk artian. Dalam pelarian hingga mendapatakan lelah yang tak ada arti, yang mana sulit ditemukan dalam jemari-jemari kaki berlari. Ini tak mungkin segulung otak dapat berlari, dia hanya memerintah dari atas dengan ciri khasnya sebagai raja dari segala tubuh manusia yang bodoh mencari arti.

Segala luapan kasih yang diteriakan hati, bersih pun menjadi kotor dengan caranya yang salah. Membenarkan semua arti yang tak mungkin bisa dicari. Bukan kalimat-kalimat yang kasar untuk dinikmati. Terlalu bersedih dengan semua yang ada dan padahal itu menyenangkan sebuah hati. Untuk mencari cara menikmati kekosongan dalam hari yang sangat sepi. Membuktikan semua kebenaran yang ada dalam sebuah alunan yang dinamakan cinta, penderitaan, dan mungkin pengorbanan juga. Hidup tak tentu dengan kebohongan-kebohongan disekeliling yang dapat membuat otak lebih cepat bekerja dengan baik.

Kebohongan, hidup terurai tak menentu, rasa benci yang terlalu disimpan. Mungkin suatu pencarian arti diri sendiri akan kosong dan bahkan angin pun tak mau menjamahnya. Akan berbicara banyak tentang semesta yang patut dicurigai kebenarannya. Dengki, malu kah melakukan sesuatu yang tanpa arti pun kau tetap bisa terlihat berwibawa ?

Dan ketika bermimi mampu membuat seseorang dengan semangatnya yang membara, karena suatu ketertarikan yang tak tentu asalnya dari mana. Bohong, kebohongan membuat rasa gelisah seseorang dan dapat membuat seseorang menjadi lebih cerdik untuk membalas dendam. Ini sebuah dosa yang tak mau disebutkan namanya.

Dec 24, 2012
“Kenapa kamu tak mencoba pintu yang lebih lebar membuka untukmu ? Daripada pintu yang sebelumnya akan hilang. Bahkan memegang ganggang pintunya saja menyakitkan.” —
Dec 17, 2012
Dalam itu

Kita itu tak sama. Kamu yang memilihku untuk masuk dikehidupanmu. Aku yang menerima kamu dengan bahagia. Sewajarnya aku membuatmu bahagia dengan apa yang aku punya.

Dec 10, 20122 notes
Lidah

Apapun dengan banyak kejujuran meskipun sakit bagi telinga yang mendengarnya, sulit dan butuh beberapa lidah-lidah berdosa untuk sedikit membumbui kenyataan yang pahit.

Yang pintar berbohong bukan hati ataupun perasaan, lidahlah yang selalu dipersalahkan. Dia membantu hidup seseorang dengan mencicipi segala rasa di dunia. Dia suka membantu berucap. Dia yang membantu seseorang mengunyah makanan. Dia yang selalu disangka sebagai pembunuh perasaan nomor satu.

Kenapa lidah ?

Ntah, mungkin sesuai bentuknya yang sedikit aneh dan menggelikan. Disatu padukan dengan lidah yang lain terasa begitu nyaman kata anak adam.

Dia yang bungkam ketika hati pemilik lidah tersebut merasa dibelenggu kesedihan, bahkan mungkin kesenangan yang berdosa.

Beberapa gigi yang menemaninya bertahun-tahun hanya menjadi sebuah pelengkap keserasian. Suara yang keluar dari tenggorokan pun dibantunya tanpa rasa pamrih. Begitulah, dia mencerca seluruh perasaan. Beberapa tersadar mereka mempunyai lidah yang bagus, tak segan mengucapkan apa yang ia rasakan.

Beberapa orang enggan menggunakannya secara baik, dan mungkin tulisan lebih indah diucapkan. Bersembunyi dengan artian perasaan sedih. Lidah sangat pintar dari otak. Apalah otak bagi lidah, tanpanya mungkin seseorang anak adam seperti batu yang hidup.

Kesal, bohong, jujur, emosi, cinta, benci, suka, kesedihan, kekesalan, kebahagiaan. Semua dikeluarkan oleh suara yang dibantu lidah dengan tak ada perasaan sedikitpun peduli terhadap telinga atau perasaan.

Justru dia yang terdiam membuat orang penasaran. Dia berkata melukai hati seseorang, dia menari membuat seseorang senang, dia berjalan dengan hati yang damai membuat seseorang nyaman, dia dermawan membuat seseorang mau mengikutinya.

“Aku suka tempat ini pengap, mungkin seseorang bisa mengerti aku dengan kesadaraannya” Lidahku.

Dec 5, 2012

November 2012

2 posts

Lidahku

Lidah ini selalu bergumam tentangmu. Meskipun itu diam, dan gigi saling bertabrakan. Otak berputar untuk memikirkanmu setiap hari. Hati berprasangka dengan suatu teman yang bernama curiga. Aku tahu ini rasa sayang yang berlebih untukmu. Aku takut sekali kamu menerima ini. Adakah salahku dengan cara mencintaimu seperti ini ?

Maaf, beribu maaf aku ucapkan atas kekhawatiran yang membelenggu. Bukan berarti esok hari membenahi diri dan membiarkanmu begitu saja. Aku selalu lupa tentang aku sendiri sendiri dihadapmu. Paras senyummu saja sudah membuatku terdiam tenang, membuat hati dan fikiran terlupa akan semesta

Aku berdosa, inginku seperti ini. Ah tidak mungkin, aku yakin Tuhan telah memberi aturan untuk mencintai pasangan. Aku percaya padaNya, jikalau kamu menyakiti hatiku. Aku sudi tak meninggalkanmu dengan emosiku. Kamu yang sukar ditinggalkan, bukan aku yang selalu kalah dengan amarah.
Seperti senandung irama, tanpa kamu bersenandung untuk bicara didalamnya. Itu akan menjadi suatu yang membosankan. Kabarmu aku tunggu, bukan  sifat tak mau tahu dariku. Dan semoga aku tak mempunyai itu.

Aku tahu cinta ini bersulam liku-liku, bukan kesalahan menjahit benang panjang  diatas kain yang kamu punya. Sesakit apapun kamu rasakan atas diriku yang aku lakukan terhadapmu, itu hanya untuk memperkuat benang-benang kecil yang tak ingin aku lepaskan dari kainmu.

Menaiki senyuman demi menghiraukan kesedihan. Berjalan perlahan dengan kamu menahan sakit tanpa alas kaki bersamaku. Impian ? Harapan dari secuil janji yang terucap manis keluar dari mulut kita. Mudah menghayal sesuatu yang sepertinya untuk kita bisa bersama. Tahukah, setiap waktu itu sejahat apa yang membelunggu emosi. Aku tak tahu lagi harus bagaimana menjalaninya, yang jelas jika bersama dirimu waktu seakan cepat namun, dia tertawa.

Menghias senyum bukanlah suatu yang sulit bukan ? Meskipun darimu itu palsu, kedua mata ini memaksa mulutku untuk tersenyum dihadapmu. Kalau pun tak ada mata ini, aku ingin melihat senyummu meski kegelapan yang hanya bisa dipandang. Tersenyum seperti yang kamu lakukan memang tak sulit, ada sewaktu hari menangisi kelarutan gelap dalam senyuman.

Bukan aku untuk bersajak dalam dirimu, tapi kamulah penciptanya. Tulisan, ucapan, lisan, dan kenangan. Ah, semua menjadi ramah meskipun itu disebut kelam. Aku menyukai apa yang kamu tak sukai dimasa lalu. Aku belajar bagaimana mencintai bukan dengan kesetiaan yang setiap orang mengajarkan kesetiaan. Aku memahami. Disini untukmu supaya kesetiaan itu berjalan seiringan waktu yang kita habiskan untuk bersama.

Kamu bisa melihat hujan dimana dibawah guyurannya sangat menyenangkan dengan orang-orang yang kamu cintai. Tapi kamu akan terlupa saat matahari terbit, kamu lupa dengan dia yang menghangatkanmu.

Nov 20, 2012
Dari semua, yang begitu seharusnya.

Semua beriringan, menatap kesurga melalui banyak dosa.

Semua ada, dalam semesta hal itu bukan lagi tidak mungkin. Sang pencipta lah yang berkuasa.

Semua berdoa, ketika luluh atas dosa mereka-mereka yang lupa akan kuasa semesta.

Semua tak ada, orang sakit tapi engkau menyakiti hatinya untuk menjadikanmu lebih sombong diatas tanah kuburanmu sendiri.

Semua hening, murkaNya kau abaikan.

Semua tertawa, untuk orang yang mengagung-agungkan diri sendiri atas penindasan hati ke semua.

Semua menangis, untuk takut diadili di lapangan yang luasnya hampir mencakup hitam semesta.

Semua menggigil, harusnya dari awal dunia api diciptakan dengan manfaat sesungguhnya. Bukan untuk disembah.

Semua hari hitam, tak ada kicauan burung yang lari tunggang-langgang dari atas pepohonan yang tinggi.

Semua ringan, bagai kapas-kapas putih yang terkena tiupan dari mulut-mulut malaikat yang bekerja.

Semua memohon, tanpa ada suara diam manusia merengek.

Semua keberuntungan, hilang dan itu menjadi tak mutlak lagi.

Semua bergetar, tanpa arahan yang jelas dan gravitasi seakan bayi yang baru saja dilahirkan.

Semua meninggal, dengan mulutNya tak bisa difikirkan Dia dengan sekali firman.

Semua yang timbul berbalik, mataharimu menyapa engkau dari arah itu.

Semua tertutup, kedua tangan jauh diatas kepala-kepala manusia yang ingin memohon.

Semua rindu, hilang dan lupa akan kekasih terdekatnya. Mereka ingin menjadikanMu kekasih.

Semua bersama, memohon untuk imam pembawa kepercayaan didekat mereka-mereka yang berlumur dosa.

Semua putus asa, bagaimana tidak ? Dia yang berkuasa atas dunia dan akherat.

Semua membutuhkamu, wahai kekasihku dan engkaulah pedomanku.

Semua inginkan engkau kembali, kekasih yang luhurmu membuat mata ini selalu berlinang mengingatmu.

Semua untukmu, kekasihku yang harusnya aku panggil engkau dengan sebutan yang lebih mulia.

Semua mengingatmu, meski terpecah belah untuk hal yang engkau ajarkan.

Semua habis, kini ucap kata yang membenarkan justru menjadi neraka-neraka yang baik.

Nov 12, 2012

October 2012

6 posts

“Tunjukkan api bencimu padaku. Orang bersabar sudah banyak menimba air disumur.” —
Oct 30, 2012
“Tatapanmu marahmu itu ombak. Dari situlah aku menikmati air mataku sendiri.” —
Oct 30, 2012
“Mulutmu itu badai. Dimana aku harus pintar menyembunyikan perasaan benciku padamu.” —
Oct 30, 2012
“Patah hatimu ? Hati kamu dari besi, memang bisa patah setelah menyepelekan aku ?” —
Oct 30, 2012
“Aku tidak peduli dengan ketidak pedulianmu.” —
Oct 30, 2012
Pertanyaan Diri Sendiri

Adakah aku salah sayang ? Adakah yang kamu sesalkan tentang diamku setiap hari ketika kamu marah tentang aku ? Menyesalkah kamu pergi sayang ? Dimana yang padahal kita tak pernah sering saling berpegang tangan ?

Mengertilah sayang, meskipun aku tak seindah orang yang kamu idamkan. Meskipun aku tak pernah mencicipi kasihmu yang paling dalam. Meskipun kamu selalu menyianyiakan rasa sayangku. Aku tak pernah putus asa untuk ucapkan kamu yang tersayang setiap hari.

Aku yang tak bisa mencampakkan kasih sayang yang kamu miliki. Aku menyayangimu walaupun aku tahu sendiri belum bisa menyayangiku seutuhnya. Apa yang aku selalu campakkan sementara aku tak punya sesuatu yang istimewa. Yang aku punya adalah harapan satu-satunya. Harapan dimana kamu yang ingin sekali diduniaku, dan supaya tak ada lagi yang ingin aku campakkan.

Ingat, aku memang tak berat mengatakan rasa rindu dan sayangku padamu. Karena itu semua tulus untuk kamu.

Oct 13, 2012

September 2012

8 posts

Memang Ini Asa ?

Kamu akan mengenang dimana aku mengucapkan rindu dan sayangku padamu akan hilang waktunya. Dan waktu dimana kamu akan inginkan semua itu kembali.

Jadilah hal kecil, tak ada pedulimu dan kasih sayang ini memuncak. Tak perlu meninggalkanmu, bosan akan datang sendiri.

Untuk pertama, merasakan itu penting. Apapun dari hal yang kamu ucapkan. Sakit, perih, luka, dan yang terakhir adalah nikmat bagaimana  meninggalkanmu dengan perlahan.

Iya, bagaimana caranya meninggalkanmu dengan aku tersenyum bahagia, dan untuk kamu…. Maafkan aku menyakitimu dengan senyuman.

Sep 15, 2012
Inilah Seperti

Inilah aku dengan kekuranganku sendiri dan bagaimana cara memperlakukanmu dengan kekurangan yang kamu punya.

Inilah aku yang sangat menyukai pagi, yang ingin aku ucapkan selamatnya disetiap pagi kita.

Inilah aku dengan terlaluku sangat inginkan kamu.

Inilah aku dengan semua amarah dan emosimu aku bisa tetap memelukmu meskipun membenci.

Inilah aku yang dengan tulisan ini kamu bisa sadari kelemahanku, kekuranganku, dan rasa kurang cintaku padamu.

Sep 15, 2012
“Kalau ingin mengerti aku menurut kamu itu susah, kamu biasakan lah menang sendiri supaya aku tetap terbiasa dengan mengalah untukmu.” —
Sep 15, 2012
INI BUKAN UNTUKMU

Bulan sudah malu, dia kemarin pulang pagi hari bertemu matahari dan dicabuli

Tak tahu mengapa dia tak muncul malam ini, tak ada suara merengek manja. Yang ada bintang berlalu lalang.

Angin dingin sekedar mampir dan hinggap dikulit-kulit manusia yang keluar menatap ke atas.

Apa mungkin awan gelap menutupi pandangan mata manusia ingin melihat bulan yang sudah ternodai. (?)

Dan kalau benar, awan gelap itu sungguh baik hati sekali. Hitam, dan tak mencerminkan sifatnya.

Sep 6, 2012
“Ini aku apa ada nya, dengan kebosanan tersendiri agar kamu menjauhi.” —
Sep 6, 2012
Next page →
2012 2013
  • January
  • February 2
  • March
  • April
  • May
  • June
  • July
  • August
  • September
  • October
  • November
  • December
2012 2013
  • January
  • February
  • March
  • April 8
  • May 5
  • June 2
  • July 2
  • August 5
  • September 8
  • October 6
  • November 2
  • December 5