@foaei

Submit   Ini semua adalah keras yang dimana itu menjadi kepalsuan yang lembut untuk kata.

twitter.com/PamiBastard:

    "kata manusia, surga itu mahal. padahal sudah banyak yang beli."
    — 3 months ago
    "neraka terbentang ketika iblis dan setan di dunia ini akhirnya melampaui keyakinan kita bahwa kita merasa mampu menaklukkannya."
    — 3 months ago
    Bersembunyi

    Tak berarti kau dimana

    Tak untukmu ucapku selalu menyapa

    Tak ada pun kalimat ragu yang bukan kepadamu

    Tak sedikit pun rasa yang ada dalam diri berhadapmu

    Tak selalu hidup untuk mati yang dikatakan menyiksa

    Tak perlu ungkapan membenci hati sendiri kepada kau yang ada

    Tak karena halangan berlari disuatu sore yang kelam membiru

    Tak terpikir seseorang bergembira itu sangatlah kelabu

    — 1 year ago

    Bagaimana aku menulis tentangmu ? Ketika cara bicara dan tingkah laku tak mencerminkan dirimu sebenarnya yang berbeda dari kemarin awal kita bertemu.

    — 1 year ago
    Untukmu

    Sedekat apapun titik kejenuhanmu terhadapku, aku akan menjaga jarak supaya aku tak ikut ke dalam titik itu. Karena meskipun berjauhan, memandang kabar dan lekukan wajahmu saja sungguh mendekatiku dengan bersyukur mendapatimu.

    untuk: Nurma Dian Rahmawati.

    — 1 year ago with 4 notes
    Mencari Arti

    Disana tak ada arti, dimana tempat berpijak suatu kaki yang mengotori tanah bumi dengan dosa-dosayang ada. Bergegas kaki-kaki berlari menuju suatu ingin dalam hati. Dengan banyak pertanyaan menuju bumi yang tanahnya tandus dengan dosa-dosa terkubur manusia. Bukan suatu ingin untuk mencari sebongkah arti, bukan suatu harapan dalam membentuk artian. Dalam pelarian hingga mendapatakan lelah yang tak ada arti, yang mana sulit ditemukan dalam jemari-jemari kaki berlari. Ini tak mungkin segulung otak dapat berlari, dia hanya memerintah dari atas dengan ciri khasnya sebagai raja dari segala tubuh manusia yang bodoh mencari arti.

    Segala luapan kasih yang diteriakan hati, bersih pun menjadi kotor dengan caranya yang salah. Membenarkan semua arti yang tak mungkin bisa dicari. Bukan kalimat-kalimat yang kasar untuk dinikmati. Terlalu bersedih dengan semua yang ada dan padahal itu menyenangkan sebuah hati. Untuk mencari cara menikmati kekosongan dalam hari yang sangat sepi. Membuktikan semua kebenaran yang ada dalam sebuah alunan yang dinamakan cinta, penderitaan, dan mungkin pengorbanan juga. Hidup tak tentu dengan kebohongan-kebohongan disekeliling yang dapat membuat otak lebih cepat bekerja dengan baik.

    Kebohongan, hidup terurai tak menentu, rasa benci yang terlalu disimpan. Mungkin suatu pencarian arti diri sendiri akan kosong dan bahkan angin pun tak mau menjamahnya. Akan berbicara banyak tentang semesta yang patut dicurigai kebenarannya. Dengki, malu kah melakukan sesuatu yang tanpa arti pun kau tetap bisa terlihat berwibawa ?

    Dan ketika bermimi mampu membuat seseorang dengan semangatnya yang membara, karena suatu ketertarikan yang tak tentu asalnya dari mana. Bohong, kebohongan membuat rasa gelisah seseorang dan dapat membuat seseorang menjadi lebih cerdik untuk membalas dendam. Ini sebuah dosa yang tak mau disebutkan namanya.

    — 1 year ago
    "Kenapa kamu tak mencoba pintu yang lebih lebar membuka untukmu ? Daripada pintu yang sebelumnya akan hilang. Bahkan memegang ganggang pintunya saja menyakitkan."
    — 1 year ago
    Dalam itu

    Kita itu tak sama. Kamu yang memilihku untuk masuk dikehidupanmu. Aku yang menerima kamu dengan bahagia. Sewajarnya aku membuatmu bahagia dengan apa yang aku punya.

    — 1 year ago with 2 notes
    Lidah

    Apapun dengan banyak kejujuran meskipun sakit bagi telinga yang mendengarnya, sulit dan butuh beberapa lidah-lidah berdosa untuk sedikit membumbui kenyataan yang pahit.

    Yang pintar berbohong bukan hati ataupun perasaan, lidahlah yang selalu dipersalahkan. Dia membantu hidup seseorang dengan mencicipi segala rasa di dunia. Dia suka membantu berucap. Dia yang membantu seseorang mengunyah makanan. Dia yang selalu disangka sebagai pembunuh perasaan nomor satu.

    Kenapa lidah ?

    Ntah, mungkin sesuai bentuknya yang sedikit aneh dan menggelikan. Disatu padukan dengan lidah yang lain terasa begitu nyaman kata anak adam.

    Dia yang bungkam ketika hati pemilik lidah tersebut merasa dibelenggu kesedihan, bahkan mungkin kesenangan yang berdosa.

    Beberapa gigi yang menemaninya bertahun-tahun hanya menjadi sebuah pelengkap keserasian. Suara yang keluar dari tenggorokan pun dibantunya tanpa rasa pamrih. Begitulah, dia mencerca seluruh perasaan. Beberapa tersadar mereka mempunyai lidah yang bagus, tak segan mengucapkan apa yang ia rasakan.

    Beberapa orang enggan menggunakannya secara baik, dan mungkin tulisan lebih indah diucapkan. Bersembunyi dengan artian perasaan sedih. Lidah sangat pintar dari otak. Apalah otak bagi lidah, tanpanya mungkin seseorang anak adam seperti batu yang hidup.

    Kesal, bohong, jujur, emosi, cinta, benci, suka, kesedihan, kekesalan, kebahagiaan. Semua dikeluarkan oleh suara yang dibantu lidah dengan tak ada perasaan sedikitpun peduli terhadap telinga atau perasaan.

    Justru dia yang terdiam membuat orang penasaran. Dia berkata melukai hati seseorang, dia menari membuat seseorang senang, dia berjalan dengan hati yang damai membuat seseorang nyaman, dia dermawan membuat seseorang mau mengikutinya.

    "Aku suka tempat ini pengap, mungkin seseorang bisa mengerti aku dengan kesadaraannya" Lidahku.

    — 1 year ago
    Lidahku

    Lidah ini selalu bergumam tentangmu. Meskipun itu diam, dan gigi saling bertabrakan. Otak berputar untuk memikirkanmu setiap hari. Hati berprasangka dengan suatu teman yang bernama curiga. Aku tahu ini rasa sayang yang berlebih untukmu. Aku takut sekali kamu menerima ini. Adakah salahku dengan cara mencintaimu seperti ini ?

    Maaf, beribu maaf aku ucapkan atas kekhawatiran yang membelenggu. Bukan berarti esok hari membenahi diri dan membiarkanmu begitu saja. Aku selalu lupa tentang aku sendiri sendiri dihadapmu. Paras senyummu saja sudah membuatku terdiam tenang, membuat hati dan fikiran terlupa akan semesta

    Aku berdosa, inginku seperti ini. Ah tidak mungkin, aku yakin Tuhan telah memberi aturan untuk mencintai pasangan. Aku percaya padaNya, jikalau kamu menyakiti hatiku. Aku sudi tak meninggalkanmu dengan emosiku. Kamu yang sukar ditinggalkan, bukan aku yang selalu kalah dengan amarah.
    Seperti senandung irama, tanpa kamu bersenandung untuk bicara didalamnya. Itu akan menjadi suatu yang membosankan. Kabarmu aku tunggu, bukan  sifat tak mau tahu dariku. Dan semoga aku tak mempunyai itu.

    Aku tahu cinta ini bersulam liku-liku, bukan kesalahan menjahit benang panjang  diatas kain yang kamu punya. Sesakit apapun kamu rasakan atas diriku yang aku lakukan terhadapmu, itu hanya untuk memperkuat benang-benang kecil yang tak ingin aku lepaskan dari kainmu.

    Menaiki senyuman demi menghiraukan kesedihan. Berjalan perlahan dengan kamu menahan sakit tanpa alas kaki bersamaku. Impian ? Harapan dari secuil janji yang terucap manis keluar dari mulut kita. Mudah menghayal sesuatu yang sepertinya untuk kita bisa bersama. Tahukah, setiap waktu itu sejahat apa yang membelunggu emosi. Aku tak tahu lagi harus bagaimana menjalaninya, yang jelas jika bersama dirimu waktu seakan cepat namun, dia tertawa.

    Menghias senyum bukanlah suatu yang sulit bukan ? Meskipun darimu itu palsu, kedua mata ini memaksa mulutku untuk tersenyum dihadapmu. Kalau pun tak ada mata ini, aku ingin melihat senyummu meski kegelapan yang hanya bisa dipandang. Tersenyum seperti yang kamu lakukan memang tak sulit, ada sewaktu hari menangisi kelarutan gelap dalam senyuman.

    Bukan aku untuk bersajak dalam dirimu, tapi kamulah penciptanya. Tulisan, ucapan, lisan, dan kenangan. Ah, semua menjadi ramah meskipun itu disebut kelam. Aku menyukai apa yang kamu tak sukai dimasa lalu. Aku belajar bagaimana mencintai bukan dengan kesetiaan yang setiap orang mengajarkan kesetiaan. Aku memahami. Disini untukmu supaya kesetiaan itu berjalan seiringan waktu yang kita habiskan untuk bersama.

    Kamu bisa melihat hujan dimana dibawah guyurannya sangat menyenangkan dengan orang-orang yang kamu cintai. Tapi kamu akan terlupa saat matahari terbit, kamu lupa dengan dia yang menghangatkanmu.

    — 1 year ago